Ayo Berinteraksi dengan Al Quran – Kabar Saung Perdana 2013

January 23, 2013 § 1 Comment

Oleh: Mbak Hening Sawitri

Ayo Berinteraksi Dengan Al-Qur’an

Ust. Hilman Rosyad Syihab, Lc

“ Dia (Allah) menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) yang mengandung kebenaran, membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil. Sebelumnya, sebagai petunjuk bagi manusia dan Dia menurunkan Al-Furqaan (Al-Qur’an ialah kitab yang membedakan yang benar dan yang salah). Sungguh, orang-orang yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh azab yang berat. Allah Maha Perkasa lagi mempunyai hukuman.” (QS. Ali-Imran : 3-4).

 

Apa itu Al-Qur’an?

Al-Qur’an adalah Kalam Allah SWT yang diturunkan langsung kedalam qalbu (hati) Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan Malaikat Jibril, membacanya bernilai ibadah, diturunkan secara mutawattir terdiri dari 114 surat (diawali surat Al-Fatihah sampai surat An-Nas), yang fungsinya sebagai “hudallinnas” petunjuk (hidayah) bagi manusia.

Jadi ada 7 poin penting dari definisi Al-Qur’an, yaitu :

  1. Kalamullah, bahwa Al-Qur’an itu adalah firman Allah SWT.
  2. Diturunkan langsung oleh Allah ke dalam qalbu atau hati Nabi Muhammad SAW.
  3. Firman ini diturunkan melalui perantaraan Malaikat Jibril.
  4. Sekedar membacanya saja bernilai ibadah (Al-Qur’an sungguh sangat istimewa).
  5. Mutawattir (mengandung kebenaran mutlak disetiap huruf dan ayat-ayatnya, riwayatnya pasti benar, mustahil salah dan dusta).
  6. Al-Qur’an terdiri dari 114 surat ( dari surat Al-Fatihah sampai surat An-Nas).
  7. Fungsi Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk (hidayah) bagi manusia. Mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang bagi orang-orang yang bertakwa dan muhsinin (orang-orang yang baik).

Sesuai firman Allah SWT di QS. Al-Baqarah ayat185 :

“ Bulan Ramadhan adalah bulan yang didalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)…. ”.

Menilik kisah Musa dan Fir’aun bicara mengenai kepentingan manusia, humanity secara keseluruhan dimana Al-Qur’anul karim 15 abad yang lalu telah memikirkan sesuatu yang belum pernah dipikirkan sebelumnya oleh manusia yaitu berbicara tentang proses penciptaan dan kejadian manusia secara ringkas (Al-Mu’minun: 12-14). Zaman dulu para tabib itu tidak tahu akan proses tersebut. Setelah dilakukan penelitian dan uji coba maka dapat diteliti dan akhirnya memperoleh hasil sampai saat ini atas inspirasi/hidayah dari Al-Qur’an.

Contoh lain yang terdapat di Al-Qur’anul karim adalah madu. Madu ternyata 4 abad berikutnya diketahui mengandung obat. Seperti yang kita ketahui sebelumnya, yang namanya madu itu manis untuk diminum tapi belum banyak yang  mengetahui lebih jauh khasiat dari madu itu sendiri.

Masya Allah dari kisah itu saja kita harusnya semakin yakin pada Al-Qur’an. Untuk itu kita tidak boleh meremehkan Al-Qur’anul karim yang sangat istimewa.

Sebelum membahas lebih jauh, Ust. Hilman ingin menekankan kata-kata “ Kalamullah” karena hal itu sangat penting. Kalamullah menurutnya adalah hal yang mutlak. Kenapa mutlak, karena dengan meyakini Al-Qur’an sebagai kalamulllah (firman Allah) maka kita akan menyikapi Al-Qur’an sebagaimana kita menyikapi Allah SWT. Sebab Al-Qur’an bukan makhluk Allah tetapi Al-Qur’an adalah firman Allah SWT (perkataan Allah yang melekat seluruh sifat ke-Maha-an Allah SWT, seperti kekal, benar, alim, mencerahkan, mensejahterakan, sebagai obat, menyelamatkan dan lain sebagainya).

Bagaimana menyikapi dan menghormati Al-Qur’an secara fisik?

Al-Qur’an secara fisik terdapat pada suhuf (lembar-lembar kertas yang ada di lauhul mahfuz). Di zaman Rasulullah Al-Qur’an dituliskan berupa suhuf, selain itu ada yang ditulis di batu, pelepah kurma, di tulang dan media lain yang sederhana. Di zaman Utsman disempurnakan dalam satu mushaf, seluruh tulisan itu dibakar lalu yang diakui adalah mushaf Utsmani saja dan di replika jadi 6 unit/eksemplar kemudian disebar ke seluruh dunia.Selain itu, zaman dahulu Al-Qur’an sudah dihafal dan tersimpan dengan baik oleh para nabi dan tabi’in di kepala-kepala mereka. Pada zaman modern saat ini pun Al-Qur’an sudah banyak tersimpan di file-file data maupun terjaga oleh para penghafal Al-Qur’an.

Al-Qur’an itu harus dihormati bukan disembah. Maka Al-Qur’an itu harus diletakkan di tempat yang paling tinggi/bahkan yang tertinggi. Kalau bisa jilid/cover depannya pun harus tebal/ada resletingnya jadi harus dipastikan lembaran Al-Qur’an itu rapi, tidak rusak dan tidak terlepas kemana-mana.

“Tidak menyentuh Mushaf Al-Qur’an kecuali malaikat yang disucikan…”. (karena pada ayat Abasa itu berbicara suhuf di lauhul mahfuz).

Kalau zaman kita, orang yang lebih beradab dan berakhlak adalah orang yang boleh memegang Al-Qur’an saat dalam keadaan bertaharah, suci dari najis, hadast besar dan kecil.

Ada 2 pendapat para Ulama mengenai siapa yang berhak menyentuh dan memegang Al-Qur’an, yaitu:

  1. Bagi yang berhadast kecil masih diperbolehkan menyentuh dan memegang mushaf Al-Qur’an tapi alangkah lebih baik lagi jika berwudhu terlebih dulu.
  2. Bagi yang berhadast besar, tidak boleh memegangnya dulu pada masa haid atau dalam keadaan janabah sampai iabersuci atau mandi janabah. maka dihari-hari itu dia tidak memegang mushaf Al-Qur’annya tapi bisa diganti dengan memegang terjemahan Al-Qur’an untuk membaca dan memahami artinya.

Bagaimana kita berinteraksi dengan mukjizat Allah yang luar biasa ini?

Ada 7 langkah kita dalam berinteraksi dan menghormati Al-Qur’an secara kontennya, yaitu:

1. Membaca Al-Qur’an (Baik sudah lancar maupun yang belum lancar bacaannya).

Ada 2 poin penting dalam membaca Al-Qur’an, yaitu :

1.a. Harus memperhatikan kualitas bacaan Al-Qur’an. (Makharijul hurufnya harus tepat, hukum bacaannya tidak dilampaui atau dilanggar jadi harus sesuai tajwidnya).

1.b. Perhatikan frekuensi (kuantitas) membaca Al-Qur’an. (Minimal 1 kali khatam dalam 1 bulan, jadi 1 hari usahakan baca 1 Juz = 20 halaman = 10 lembar = 2 lembar bolak balik  setelah sholat fardhu).

Mengapa Al-Qur’an dibuat 30 Juz untuk umat muslim ?

Agar kaum muslimin dapat mengkhatamkan Al-Qur’an satu bulan satu kali.

Rasulullah SAW sangat  menganjurkan kita untuk membaca Al-Qur’an. Beliau mengatakan bahwa kalau orang itu mahir dalam membaca Al-Qur’an maka akan disetarakan oleh Allah dengan para malaikat pilihan. Subhanallah, untuk itu mari mahirkanlah diri kita dalam membaca Al-Qur’an. Barangsiapa yang terbata-bata dalam membaca Al-Qur’an maka baginya 2 pahala (pahala membaca dan pahala belajarnya). Bahkan ada yang mengatakan pahalanya berganda atau berlipat-lipat karena sering diulang-ulang saat membaca dan belajarnya.

2. Menghafal Al-Qur’an.

Kita harus menghafal Al-Qur’an, idealnya 30 Juz karena itu sangat penting dan banyak sekali keistimewaan dari Allah SWT bagi para penghafal Al-Qur’an.

3. Mentadaburi Al-Qur’an (Menghayati dan merenungkan ayat-ayat Al-Qur’an).

Kita harus pro aktif dalam mentadaburi Al-Qur’an agar kita mendapatkan hidayah (petunjuk) dari Allah SWT.Langkah mentadaburi Al-Qur’an ketika kita semakin sering (rutin) membaca Al-Qur’an dengan kualitas yang baik dan semakin sering kita berusaha keras dalam menghafal ayat-ayat Al-Qur’an. Disitulah kita semakin mudah dalam menghayati Al-Qur’an.

Cara-cara menghayati Al-Qur’an adalah ketika kita merasa bahwa Al-Qur’an itu turun bersama kita sebagai pedoman hidup, mengaitkan kalimat-kalimat yang sama antar ayat-ayat Al-Qur’an, dll.

4. Memahami Al-Qur’an.

Pentingnya memahami Al-Qur’an terdapat di QS. Ali-Imran:1-100. Untuk memahami Al-Qur’an maka harus ada tutor atau guru dan jangan lupa merujuk pada Al-Qur’an, hadist, buku tafsir, dan referensi lainnya yang benar. Jika ingin bertanya maka bertanyalah pada alim ulama dan ahli dzikir jika kita tidak mengetahui karena sesungguhnya mereka takut kepada Allah SWT.

5. Mengamalkan Al-Qur’an.

Dengan cara rajin membacanya, menghafalkannya, mentadaburi dan memahaminya.

6. Mengajarkan lagi kepada orang lain.

Dari Ustman ra., beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda: “ Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’I dan Ibnu Majjah).

7. Membela dan menjaga kehormatan Al-Qur’an.

Kalau ada yang menghina atau melecehkan Al-Qur’an maka harus kita lawan. Siapakah orang yang menghina dan tidak menghormati Al-Qur’an itu?. Mereka adalah orang-orang yang tidak membaca Al-Qur’an, yang tidak menghafal Al-Qur’an, yang tidak menghayati dan merenungkan Al-Qur’an, yang tidak berusaha memahami Al-Qur’an, tidak mau mengamalkan dan mengajarkan Al-Qur’anul karim.

Pertanyaan :

Bolehkah membawa HP atau gadget yang didalamnya ada fitur Al-Qur’an ?

HP atau gadget lainnya yang ada fitur Al-Qur’an itu sama saja dengan amalan hafalan al-Qur’an kita di kepala. Jadi ketika masuk ke kamar mandi maka boleh dibawa masuk ke toilet asalkan tidak memunculkan fiturnya.Kalau ringtone HPnya menggunakan tilawah Al-Qur’an sebaiknya diganti, begitupun jika ada perhiasan bertuliskan Allah harus dihindari (tidak dipakai). Wallahu’alam bishshawwab…

 

“ Ya Allah, jadikanlah Al Qur’an bagi kami di dunia sebagai teman, di dalam kubur sebagaipendamping, di hari kiamat sebagai penolong, di atas shirot sebagai cahaya, ke surga sebagai pengantar, dan dari neraka sebagai hijab dan penghalang.”

§ One Response to Ayo Berinteraksi dengan Al Quran – Kabar Saung Perdana 2013

  • Ray says:

    Your report features confirmed helpful to us. It’s really helpful and you really are obviously very knowledgeable
    of this type. You possess popped my personal face to
    various opinion of this specific matter with intriquing, notable and strong written content.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Ayo Berinteraksi dengan Al Quran – Kabar Saung Perdana 2013 at IMAS - Indonesian Muslim Association in Singapore.

meta

%d bloggers like this: